♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥-♥

Minggu, 10 Januari 2010

Zaman Batu

Adalah zaman dimana manusia menggunakan batu sebagai bahan peralatan utamanya. Zaman batu terbagi menjadi 4, yaitu Paleolithikum, Mesolithikum, Neolithikum, dan Megalithikum.

I. Paleolithikum (Zaman Batu Tua)
Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang masih kasar dan belum dihaluskan.

Peninggalan Budaya :
• Kebudayaan Pacitan: Kapak genggam, kapak perimbas, kapak penetak & Flake (serpih)
• Kebudayaan Ngandong: Kapak genggam & alat tulang

1. Kapak Genggam, banyak ditemukan di daerah Pacitan. Alat ini biasanya disebut "Chopper" (alat penetak/pemotong)
Dinamakan kapak genggam, karena alat tersebut serupa dengan kapak, tetapi tidak bertangkai dan cara mempergunakannya dengan cara menggenggam. Pembuatan kapak genggam dilakukan dengan cara memangkas salah satu sisi batu sampai menajam dan sisi lainnya dibiarkan apa adanya sebagai tempat menggenggam.

2. Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa
Fungsi Alat dari tulang atau tanduk:
• untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah
• menangkap ikan

3. Flakes, yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon,yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
Fungsi Flakes:
- untuk menguliti hewan buruan
- mengiris daging buruan
- memotong umbi-umbian./buah – buahan
- menangkap ikan

Manusia pendukung Paleolithikum :
• Pithecantropus erectus
• Homo Soloensis
• Homo Wajakensis

Cara Hidup :
• Berburu dan Meramu (food gathering)
• Berpindah ( Nomaden)


II. Mesolithikum (Zaman Batu Tengah)
Ciri zaman Mesolithikum: Alat-alat pada zaman ini hampir sama dengan zaman Palaeolithikum.

Kapak-kapak tersebut terbuat dari batu kali yang dibelah. Alat-alat di atas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Flores

Manusia Pendukung Mesolithikum:
• Papua-melanesoid
• Suku sakai
• Suku semang
• Aborigin

Alat-alat Kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua-gua yang disebut "Abris Sous Roche ". Adapun alat-alat tersebut adalah :
• Flaces (alat serpih) , yaitu alat-alat kecil yang terbuat dari batu dan berguna untuk mengupas makanan.
• Ujung mata panah,
• batu penggilingan (pipisan),
• kapak,
• alat-alat dari tulang dan tanduk rusa,
• Alat-alat ini ditemukan di gua lawa Sampung Jawa Timur (Istilahnya: Sampung Bone Culture = kebudayaan Sampung terbuat dari Tulang)

Peninggalan Kebudayaan Mesolithikum, yaitu :
• Alat tulang& tanduk (bone Culture) Kebudayaan Sampung
• Serpih (flakes) Kebudayaan Toala
• Kapak pendek (Hache Courte)
• Gerabah
• Lukisan dinding gua
• Kapak Sumatera (pebble culture)

Cara hidup :
• Berburu tingkat lanjut
• Bercocok tanam sederhana
• Semi sendenter
• Menangkap ikan dan kerang


iii. Neolithikum (Zaman Batu Muda)
Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah), ditemukan di Jawa. Pakaian (dari kulit kayu), Tembikar (periuk belanga), ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Melolo (Sumba).

Manusia Pendukung :
- Proto melayu (Indonesia Barat)
- Papua melanesoid (Indonesia Timur)

Pada zaman ini alat-alat terbuat dari batu yang sudah dihaluskan. Contoh alat tersebut :

1) Kapak Persegi, misalnya : Beliung, Pacul dan Torah untuk mengerjakan kayu. Ditemukan di Sumatera, Jawa, bali, Nusatenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan
Fungsi:
- ukuran besar lazim disebut dengan beliung dan fungsinya sebagai cangkul/pacul.
- ukuran kecil disebut dengan Tarah/Tatah dan fungsinya sebagai alat pahat/alat untuk mengerjakan kayu sebagaimana lazimnya pahat.
Bahan untuk membuat kapak tersebut selain dari batu biasa, juga dibuat dari batu api/chalcedon. Kemungkinan besar kapak yang terbuat dari Chalcedon hanya dipergunakan sebagai alat upacara keagamaan, azimat atau tanda kebesaran.

2) Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi ,hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa.

3) Kapak Lonjong, banyak ditemukan di Irian, Seram, Gorong, Tanimbar, Leti, Minahasa dan Serawak.

Fungsi: Sebagai cangkul/pacul

Cara Hidup :
• Menetap (sendenter)
• Bercocok tanam dan beternak
• Menggunakan bahasa Austronesia
• Sudah mengenal kepercayaan

Peninggalan budaya :
• Kapak persegi
• Kapak lonjong
• Gerabah
• Perhiasan
• Pemukul

iv. Megalithikum (Zaman Batu Besar )
Kebudayaan Megalithikum adalah:
• Kebudayaan yang utamanya menghasilkan bangunan monumental yang terbuat dari batu-batu besar
• Muncul pada zaman Neolithikum & berkembang pada masa logam
• Merupakan perkembangan budaya neolithikum

Hasil kebudayaan zaman Megalithikum adalah sebagai berikut :
1. Menhir

Fungsi: - sebagai tempat pemujaan untuk penghormatan terhadap arwah nenek moyang

2. Dolmen atau Stonehenge, adalah meja batu


Fungsi:
- Sebagai tempat sesaji dan pemujaan kepada roh nenek moyang,
- Adakalanya di bawah dolmen dipakai untuk meletakkan mayat, agar mayat tersebut tidak dapat dimakan oleh binatang buas maka kaki mejanya diperbanyak sampai mayat tertutup rapat oleh batu.

3. Sarkofagus atau keranda yang terbuat dari batu. Bentuknya menyerupai lesung dari batu utuh yang diberi tutup


Daerah tempat ditemukannya sarkofagus adalah Bali. Menurut masyarakat Bali Sarkofagus memiliki kekuatan magis/gaib. Berdasarkan pendapat para ahli bahwa sarkofagus dikenal masyarakat Bali sejak zaman logam.

Fungsi:
- tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya

4. Kubur Batu/Peti Mati yang terbuat dari batu besar yang masing-masing papan batunya lepas satu sama lain.

Fungsi: - tempat menyimpan mayat yang disertai bekal kuburnya

5. Punden Berundak


Fungsi: - sebagai tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal.

6. Arca Batu
Arca/patung-patung dari batu yang berbentuk binatang atau manusia. Bentuk binatang yang digambarkan adalah gajah, kerbau, harimau dan moyet. Sedangkan bentuk arca manusia yang ditemukan bersifat dinamis. Maksudnya, wujudnya manusia dengan penampilan yang dinamis seperti arca batu gajah.

Arca batu gajah adalah patung besar dengan gambaran seseorang yang sedang menunggang binatang yang diburu. Arca tersebut ditemukan di daerah Pasemah (Sumatera Selatan). Daerah-daerah lain sebagai tempat penemuan arca batu antara lain Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar